Hujan yang berkelanjutan


Januari di kota Semarang masih berpayung mendung sebentar saja hujan terus merata. Begitu setiap siang, sore hingga tiba waktu malam. Tepatnya di perbukitan di daerah kota kecil Gunung pati, terdapat sebuah perguruan tinggi negeri. Ya, nama Perguruan Tinggi Negeri yang mungkin tak asing lagi bagi warga masyarakat kota semarang dan sekitarnya.

Aku kebetulan melanjutkan studiku setelah SMA ke Perguruan Tinggi Negeri tersebut. Tempatnya sejuk diwaktu malam, siangnya seperti apa kata masyarakat kota semarang pada umumnya, panas, terik berkeringat.Mungkin memang sudah ditakdirkan untuk singgah di kota ATLAS yang terkenal dengan bandeng prestonya ini.

Hari mulai gelap waktu itu. Sambil duduk bercengkrama di depan kamar dengan teman satu kost, teman perantauan. Bukan karena gelap menjelang maghrib senja, Pukul 16:00 waktu semarang memang sudah terbiasa dengan keadaan mendung kelabunya.

Tak lama berselang orang-orang berlarian sesegera mengambil jemuran yang wangi bau sabun kering, mungkin dari tadi pagi sudah mereka rentangkan di antara tali-tali yang menjulur panjang terikat di ujung-ujung batang bambu berdiri miring tertancap ditanah yang gembur, takut basah berpikir tentang penyesalan atas apa yang mereka kerjakan itu. Ah, pemandangan sehari-hari diwaktu sore tiba.

Memang seperti itu keadaannya dibumi semarang ini. Hingga malam datangpun udara disini (Semarang, Gunung Pati) masih akrab dengan udara yang berselimutkan kesejukan. Yang dapat kulakukan hanyalah menghangatkan diri didalam kamar, menunggu hujan reda sambil bergumam nada ketus kapan kesejukan ini berakhir, berganti menjadi kehangatan yang selalu aku peluk tanpa terlihat tubuh ini yang selalu meringkuk.


semarang, 20/01/2010

Komentar

Postingan Populer